https://plus.google.com/115790047665299065714/photos/photo/5800661018965900850 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Halaman

Kamis, 08 November 2012

Pria Afsel Ditangkap karena Simpan Alat Vital di Dompet

south africa map
�
http://thelapanbelazmei.blogspot.comSeorang pria di Afrika Selatan ditangkap karena membawa sejumlah alat vital pria di dalam dompetnya. Alat vital itu diduga milik keponakan lelakinya yang hilang beberapa waktu lalu.

Juru bicara kepolisian mengatakan pada BBC bahwa setelah ditangkap, pria itu membawa petugas ke sebuah hutan di provinsi Cape Timur. Polisi menemukan sesosok jenazah yang dimutilasi di lokasi itu. Kepala, lengan dan kaki remaja lelaki itu dimutilasi dan ditemukan tidak jauh dari badannya.

Pria berusia 42 tahun itu akan didakwa dengan pasal pembunuhan dan dihadirkan ke pengadilan hari Jumat (09/11).

Ia sebelumnya pernah diinterogasi karena diduga terlibat dalam kasus hilangnya keponakan lelaki yang berusia 18 tahun pada hari Minggu lalu.

Juru bicara kepolisian Mzukisi Fatyela mengatakan alat vital itu ditemukan terbungkus dalam dompetnya.

Motif pembunuhan belum diketahui tetapi penyelidikan telah dimulai.

Menjawab pertanyaan apakah kasus itu terkait dengan pembunuhan muti yaitu praktik mistik menggunakan organ tubuh manusia untuk membuat ramuan tertentu, Fatleya mengatakan, "Kami belum dapat memastikan hal itu saat ini tetapi semua kemungkinan diselidiki."

Selama ini ada banyak laporan di Afrika Selatan mengenai penjualan organ tubuh manusia untuk keperluan ritual mistik oleh dukun.

Di Afrika Timur, ratusan orang albino dibunuh untuk diambil organ tubuhnya.

Tuol Sleng, Penjara Rezim Pol Pot yang Mengerikan

http://thelapanbelazmei.blogspot.comDari luar, kompleks bangunan ini tidak terlihat berbeda dengan gedung sekolah biasa. Tapi begitu melangkahkan kaki ke dalam, saya merasa aura kengerian yang luar biasa. Inilah penjara Tuol Sleng, tempat Pol Pot menyekap musuh-musuh politiknya, serta menyiksa ribuan rakyat Kamboja yang tidak berdosa.

Bagi rakyat Kamboja, tanggal 17 April 1975 akan selalu dikenang sebagai lembaran hitam dalam sejarah negeri mereka. Pada hari itu, gerilyawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot berhasil menguasai Phnom Penh. Inilah permulaan drama paling mengerikan sepanjang sejarah Kamboja.
Dari luar, kompleks bangunan ini tidak terlihat berbeda dengan gedung sekolah biasa. (Hairun Fahrudin)
Awalnya penduduk Phnom Penh menyambut gerilyawan dengan suka cita, berharap tentara Khmer Merah bisa mengakhiri krisis politik akibat perebutan kekuasaan pada masa rezim sebelumnya. Tapi euforia itu tidak berlangsung lama, mereka segera menyadari bahwa Pol Pot dan pengikutnya telah merencanakan kekejaman yang luar biasa.

Kaum intelektual seperti dokter, dosen dan guru adalah musuh terbesar Pol Pot. Mereka dianggap menghalangi cita-cita Pol Pot untuk menciptakan masyarakat satu kelas, yakni kaum petani yang bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Golongan elit dan terpelajar ini akhirnya dikirim ke berbagai penjara untuk diinterogasi, dan kemudian disiksa dengan sadis.

Penjara dan tempat penyiksaan ini ada di seantero Kamboja, tetapi yang paling besar dan terkenal adalah Tuol Sleng di pusat kota Phnom Penh. Kini penjara Tuol Sleng dijadikan museum, menjadi saksi bisu kekejian yang pernah berlangsung di dalamnya.

Sebelum era Pol Pot, penjara Tuol Sleng adalah gedung milik Chao Ponhea Yat High School, sebuah sekolah menengah di Phnom Penh. Setelah Khmer Merah memenangi perang saudara, gedung sekolah itu segera dirubah menjadi kompleks penjara berkode rahasia S-21 (Security Prison 21).

Museum Tuol Sleng terdiri dari beberapa bangunan bertingkat tiga dalam area yang cukup luas. Seluruh bagiannya masih asli, termasuk kawat-kawat berduri yang mengelilingi gedung. Untuk menghormati korban, dipasang beberapa tanda yang melarang pengunjung tertawa. Tapi siapa yang bisa tertawa setelah melihat kengerian di penjara ini?

Kengerian itu sudah bermula di Gedung A tempat Anda bisa melihat ruang-ruang kelas yang dirubah menjadi tempat penyiksaan. Pada tiap ruangan bisa kita temui ranjang besi, rantai kaki, serta macam-macam benda dari logam yang digunakan untuk memukul korban. Di salah satu ruangan bahkan bisa dilihat foto asli korban yang tergeletak tanpa nyawa di ranjang besi dalam kondisi sangat mengenaskan.
Pada tiap ruangan bisa kita temui ranjang besi, rantai kaki, serta macam-macam benda dari logam yang digunakan …
Di bagian depan gedung B bisa ditemui tiang berbentuk gawang yang sebenarnya berfungsi sebagai alat olahraga gimnastik. Tetapi pengikut Pol Pot menggunakannya sebagai alat penyiksaan dengan cara menggantung korban dalam posisi kepala di bawah, lalu menurunkan ikatan sampai kepala si korban masuk ke dalam tempayan berisi air.
Tiang berbentuk gawang yang sebenarnya berfungsi sebagai alat olahraga gimnastik. (Hairun Fahrudin)
Ruang pamer di bagian dalam gedung B menampilkan koleksi yang menyedihkan, dengan pajangan berupa sisa-sisa pakaian korban serta ribuan foto tahanan yang pernah mendekam di penjara Tuol Sleng. Pengikut Pol Pot rupanya sangat rapi dalam hal dokumentasi. Mereka memotret seluruh wajah tahanan dan memberinya nomor sebagai tanda pengenal. Terlihatlah ekspresi para korban yang menatap nanar, seolah pasrah dengan nasib yang akan menimpa.
Foto-foto tahanan yang pernah mendekam di penjara Tuol Sleng. (Hairun Fahrudin)
Bagian lainnya yang disebut gedung C tak kalah menyeramkan. Ruang-ruang kelas di gedung ini disekat-sekat menjadi sel-sel kecil berukuran sekitar 1x2 meter, dengan dinding dari batu bata yang dibuat asal-asalan. Pada bagian dalam sel yang sangat kecil ini, ada rantai besi yang dicor ke lantai serta kaleng untuk menampung kotoran. 
Ruang-ruang kelas di gedung ini disekat-sekat menjadi sel-sel kecil berukuran sekitar 1x2 meter. (Hairun Fahru …
Kalau diperhatikan dengan seksama, di dalam beberapa ruang sel bisa dilihat noda-noda darah yang sudah mengering. Saya langsung bergidik melihat pemandangan itu, membayangkan betapa menderitanya mereka yang disekap berbulan-bulan dalam sel yang sangat kecil itu.

Pada gedung D yang menjadi bagian terakhir museum, dipamerkan beberapa lukisan dan foto yang menggambarkan berbagai metode penyiksaan tahanan. Sebuah foto asli memperlihatkan mata bor sedang diarahkan ke kepala seorang ibu yang sedang menggendong bayi. Metode penyiksaan lainnya juga tak kalah sadis, sulit membayangkannya bahwa itu benar-benar terjadi.

Dengan melihat foto-foto serta lukisan yang dipajang di museum ini, bisa diketahui bahwa tahanan juga terdiri dari orang tua, remaja, anak-anak, sampai bayi. Entah apa yang ada di kepala Pol Pot sehingga mengganggap bayi pun sebagai musuh politiknya. 

Museum Tuol Sleng memang membuat ngeri, bahkan tak sedikit pengunjung yang terlihat menitikkan air mata. Tetapi inilah bukti sejarah yang harus diketahui sampai generasi seterusnya. 

Saya salut dengan warga Kamboja karena mereka bisa jujur dengan sejarahnya sendiri. Banyak kekejian serupa juga terjadi di tempat lain, termasuk di Indonesia, tetapi masih ditutup-tutupi penguasa. 

Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com.

Baca juga:

Jalan sehat menyusuri Tembok Raksasa Cina
Kuil Putih, mahakarya sang seniman eksentrik
Menjadi ganggang di kota Beethoven
[GALERI] 10 tempat tujuan wisata paling menyeramkan
[GALERI] Kalau tak tahu malu, silakan berenang di sini

Mengenang Tragedi Pembantaian Massal di Kamboja

http://thelapanbelazmei.blogspot.comMemori kelam tersimpan dalam bangunan stupa yang menyimpan ribuan tengkorak dan tulang-belulang manusia. Sisa-sisa jasad lainnya masih terserak dalam kuburan massal di sekitarnya yang terkadang muncul ke permukaan tanah setelah hujan reda. Inilah monumen yang akan mengusik nurani kita, tapi perlu persiapan mental sebelum melihatnya.
Stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. (Hairun Fahrudin)
Hanya 15 kilometer di luar kota Phnom Penh, ibu kota Kamboja, ada sebuah tempat yang diberi nama The Killing Fields of Choeung Ek. Situs ini adalah ladang pembantaian massal pada masa Pol Pot, tempat lebih dari 17 ribu orang dihabisi nyawanya secara brutal. Sebagian besar korban dibawa dari Tuol Sleng, penjara dan tempat penyiksaan terbesar di Phnom Penh.

Dalam kurun 1975-1979 saat Pol Pot berkuasa, hampir dua juta rakyat Kamboja tewas karena wabah kelaparan atau dieksekusi di ladang-ladang pembantaian. Periode suram itu masih menyisakan kepedihan di hati rakyat Kamboja. Itulah sebabnya, warga asli Kamboja biasanya enggan mengunjungi bekas ladang pembantaian seperti Choeung Ek.

Meski menyajikan sadisme, The Killing Field of Choeung Ek cukup kondang bagi pelancong. Mereka rupanya tak hanya ingin bersenang-senang, tetapi juga ingin tahu masa lalu kelam di negara yang dikunjungi.

Begitu melewati gerbang masuk area pembantaian massal, pengunjung akan menemui sebuah stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. Di dalam stupa ini ada kotak kaca bertingkat 17 yang memuat pakaian dan sisa-sisa jasad dari 8.985 korban. Bagian paling bawah kotak kaca ini menyimpan pakaian korban, lalu tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak, dan tingkat di atasnya memuat sisa-sisa jasad lainnya seperti tulang rusuk, tulang pinggul dan tulang rahang.
Tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak. (Hairun Fahrudin)
Saat memasuki stupa ini, pengunjung diharapkan tidak bersuara keras atau memotret secara berlebihan. Di bagian depan stupa disediakan pula altar untuk berdoa bagi keluarga korban. Beberapa pengunjung juga terlihat menyelipkan kertas-kertas berisi doa di kotak kaca.

Di belakang bangunan stupa, terlihat beberapa lubang galian bekas kuburan massal. Setelah hujan reda, tak jarang pengunjung bisa melihat serpihan tulang dan gigi muncul di permukaan bekas lubang galian ini. Sisa-sisa jasad ini kemudian dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil yang diletakkan di depan kuburan massal.
Lubang galian bekas kuburan massal. (Hairun Fahrudin)
Keterangan yang dipasang di tiap-tiap kuburan massal juga cukup membuat bergidik. Ada yang diberi tanda sebagai kuburan massal 166 korban tanpa kepala, atau kuburan massal 100 korban anak-anak dan perempuan yang dikuburkan dalam keadaan telanjang. 
Sisa-sisa jasad dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil. (Hairun Fahrudin)
Tentara Pol Pot mengeksekusi korban dengan banyak cara. Mereka tidak menembak para korban dengan senjata api karena harga peluru terlalu mahal. Sebagai gantinya, digunakan pisau, pedang, bambu tajam, bahkan juga alat-alat pertanian seperti sabit dan linggis. 

Untuk korban anak-anak, cara eksekusinya lebih mengerikan. Tentara Pol Pot menghabisi nyawa bocah-bocah tak berdosa itu dengan membenturkan kepala korban ke batang pohon besar sampai remuk. Di dekat pohon tersebut juga bisa dilihat lubang galian kuburan massal anak-anak.

Sebuah pohon besar lainnya dipasangi tanda “Magic Tree” yang menurut saksi mata pernah digunakan untuk menggantung pengeras suara supaya korban tidak mengerang saat dieksekusi.
"Magic Tree". (Hairun Fahrudin)
Menurut saksi mata lagi, sekitar 300 orang dieksekusi setiap hari di Choeung Ek. Mereka dibawa menggunakan truk dari penjara Tuol Sleng, dan tiba di Choeng Ek sekitar pukul 8-9 malam. Karena jumlah yang banyak itu, sering kali tentara Pol Pot kewalahan untuk menghabisi nyawa semua korban dalam satu malam. 

Mereka kemudian mendirikan barak kayu sebagai penampungan sementara. Namun barak kayu itu sudah tidak bisa dilihat lagi karena dirubuhkan warga beberapa hari setelah kejatuhan Pol Pot.

Sebelum melangkah ke pintu keluar, sebaiknya pengunjung mampir dulu ke museum kecil yang menyajikan banyak informasi mengenai tragedi kemanusiaan di Kamboja. Di museum ini ditunjukkan struktur organisasi Khmer Merah, kisah hidup para petingginya, serta barang-barang yang ditemukan di dalam kuburan massal seperti anting-anting, sandal dan pakaian bayi.

Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com.

Pengertian IQ, EQ, SQ dan ESQ


http://thelapanbelazmei.blogspot.com

Pengertian IQ, EQ, SQ dan ESQ :
IQ, EQ, SQ dan ESQ adalah penggambaran dari potensi manusia sebagai makhluk paling cerdas dan kompleks di muka bumi. Pembagian ini mewakilkan dari banyak potensi kecerdasan manusia yang didefinisikan secara umum.

1. IQ (Intelligence Quotients)
Ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari proses belajar.
Kecerdasan ini pun tidaklah baku untuk satu hal saja, tetapi untuk banyak hal, contohnya ; seseorang dengan kemampuan mahir dalam bermusik, dan yang lainnya dalam hal olahraga. Jadi kecerdasan ini dari tiap - tiap orang tidaklah sama, tetapi berbeda satu sama lainnya.


2. EQ (Emotional Quotients)

Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri,semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.

3. SQ (Spiritual Quotients)
Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti berhubungan dengan agama, Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh.SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya.

4. ESQ (Emotional and Spiritual Quotient)
ESQ merupakan sebuah singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubunganHorizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ juga dapat membuat kita lebih percaya diri dalam melakukan tindakan...

messi akui dirinya belum tampil maksimal di persib


406879_511645252181259_1282720147_n
http://thelapanbelazmei.blogspot.comGelandang Persib Bandung yang didatangkan dari Kamerun, Parfait Mbida Messi mengakui dirinya selama ini belum bisa tampil maksimal bersama Maung Bandung.
Hal tersebut menurutnya karena dirinya belum bisa beradaptasi dengan suasana baru yang ia alami bersama Persib Bandung. Bahkan gelandang yang memiliki posisi asli sebagai gelandang serang tersebut mengaku sering merasa sendiri ketika tidak ada kegiatan bersama tim.
“Saya akui belum maksimal bersama Persib. Hal itu karena saya masih perlu sedikit waktu lagi untuk beradaptasi dengan tim ini. Selain itu saya juga sering merasa sendiri ketika tidak ada kegiatan bersama tim,” jelas Messi kepada wartawan.
Namun dirinya tidak ingin menjadikan hal itu sebagai alasan seraya menjamin bahwa hal tersebut tidak akan berlangsung lama dan ia akan segera menyuguhkan penampilan terbaiknya untuk Persib Bandung.
“Tapi itu bukan alasan, seperti yang saya katakan saya hanya perlu sedikit waktu lagi untuk beradaptasi dengan tim dan saya akan segera memberikan penampilan terbaik saya,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut Messi mengaku serius dalam belajar berbahasa Indonesia, hal tersebut dilakukannya agar dapat menjalin komunikasi yang baik dengan rekan-rekannya baik itu didalam maupun diluar lapangan. “Saya juga masih terus berusaha belajar bahasa Indonesia kepada Dzumafo dan Abanda, juga teman-teman lain agar saya bisa menjalin komunikasi dengan mereka baik saat pertandingan maupun tidak,” kata Messi.
Messi dalam beberapa pertandingan uji coba memang belum mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Sehingga banyak pihak termasuk pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman mengatakan bahwa Messi masih menunjukkan performa yang tidak stabil. Berbeda dengan penampilan pertamanya saat Persib berujicoba dengan PSAD, Messi yang saat itu baru menginjakkan kakinya di Kota Bandung mampu bermain apik sehingga menuai banyak pujian dari bobotoh dan pelatih. 

Demi Mirip Boneka Ken, Pria Ini Operasi Plastik 90 Kali


http://thelapanbelazmei.blogspot.comLiputan6.com, New York: Tidak hanya wanita yang rela mengubah penampilan demi mainan idolanya. Begitu juga yang dialami Justin Jedlica. Ia rela menjalani 90 kali prosedur operasi plastik demi mendapatkan tubuh sempurna layaknya boneka manusia Ken, kekasih Barbie.
Pria berusia 32 tahun ini menghabiskan uang hingga US$ 100 ribu (sekitar Rp 960 juta) selama dekade terakhir agar bisa terlihat seperti boneka hidup Ken.
Wajahnya terlihat dipahat, ia juga memiliki tubuh layaknya G.I. Joe komplit dengan bentuk perutnya yang six pack. Ia juga menggembungkan bisep dan trisep tubuhnya, semua itu didapati tanpa harus susah-susah mengangkat beban atau memukul di gym.
Jedlica seperti boneka plastik dengan semua otot palsu. Hampir setiap inci dari bagian tubuhnya ditutupi implan. Demikian laporan dari ABC News seperti dikutip dari YourHealth, Rabu (7/11).
Selain itu, operasi plastik itu juga membuatnya harus mengubah hidungnya hingga tak terhitung jumlahnya. Begitu juga dengan perubahan tulang alis, dan membesarkan bibirnya agar wajahnya sempurna. Bahkan bokongnya juga buatan, karya dokter bedah yang memberikan implan bokong agar terlihat.
Obsesinya dengan penampilan dimulai pada usia remaja. Ketika itu ia tidak suka dengan ukuran hidungnya yang ia gambarkan besar. Ini membuatnya harus menjalani lima prosedur pemahatan agar bentuknya menjadi ideal.
Namun, operasi yang sudah dijalani semuanya itu ternyata belum membuatnya puas 100 persen. Ia menunjukkan kepada wartawan masih ingin mengubah hidungnya di sejumlah titik. Dari operasi hidung, ia berlanjut ke operasi bokong, dada, dan tangannya.
Jedlica mengakui bahwa ia tidak mempunyai alasan untuk berhenti dengan obsesi operasi plastiknya. Segala sesuatunya yang berawal dari hidung telah menimbulkan keinginan menjadi boneka manusia Ken.(MEL)